Manusia dalam logika akumulasi kapital sebagaimana landasan relasi masyarakat kontemporer yang kita jalani merupakan objek ekonomis. Dalam evolusi kultural ekonomis pada tingkat sekarang, nilai ekonomis tidak melulu membrojol dari aktivitas kerja, melainkan hasrat dan citraan akan hasrat manusia itu sendiri. Lupakan konsep manusia sebagai pencipta sejarah, juga konsep lainnya seperti homo simbolik, homo faber, homo ludens, zoon politicon, binatang bernalar; kecuali satu konsep: manusia adalah objek iklan. Manusia yang tidak dapat dijadikan objek iklan adalah bukan manusia.
Artikel Terkait:
Filsafat Manusia
Filsafat
- Filsafat Ngeblog (1)
- Telaah Budaya | Jika Upacara Benderanya Virtual, Maka Kemerdekaannya Pun Virtual
- Filsafat | Aristoteles | 47 Karya
- Dasar-Dasar Etika: Sebuah Pengantar Sangat Ringkas
- Manifesto Bermain
- Etika Islam: Sebuah Pengantar Sangat Singkat
- Ontologi Islam: Sebuah Pengantar Sangat Singkat (bagian 1)
{ 0 komentar... read them below or add one }
Posting Komentar
Terima kasih atas peluangan waktu Anda membaca tulisan ini. Tentu saja, saya akan lebih berterima kasih lagi jika Anda ikut mengomentari tulisan ini.