Akulah Tuhan Itu (1)

Diposting oleh FilsafatKonseling on 8.06.2010

Kosongkan dirimu.

Untuk apa?

Biar kau mengetahui, apakah ada kekosongan itu?

Setelah mewejangi, aku tinggalkan guru.

Aku susuri jalan. Setelah jauh berjalan ratusan lemparan tombak, aku istirahat pada suatu majelis. Musafir malang.


Salam.

Aku musafir, berbekal bintang. Hanya itu. Bisakah kalian wahai saudaraku membantu?

Jangan sungkan kisanak. Majelis adalah tempat singgah musafir. Sama halnya dunia adalah tempat pelancongan. Kami semua, di sini, mengabdi untuk berkhidmat kepada setiap musafir.


Langit memerlihatkan bulan tinggal separuhnya.


Saudaraku, aku harus pergi, mencari kekosongan.



Artikel Terkait:

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar

Terima kasih atas peluangan waktu Anda membaca tulisan ini. Tentu saja, saya akan lebih berterima kasih lagi jika Anda ikut mengomentari tulisan ini.

 

YANG MENGIKUT

Hasil Bertukar Banner